
Pernah melihat orangtua yang melempar-lemparkan bayinya ke udara lalu menangkapnya untuk mendengar si Kecil tertawa? Atau mengguncang-guncang bahunya keras sambil berekspresi lucu?
“ Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi-fungsi otak,” kata profesor Hans-Juergen Nentwich, anggota dewan direktur asosiasi Dokter Anak di Jerman.”
1. Bayi memiliki kepala lebih besar dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, dan otot lehernya masih lemah. Jika diguncang, kepalanya akan tersentak ke depan dan ke belakang.
Mengapa guncangan pada si Kecil bisa bermuara pada kematian? Menurut ahli kedokteran hal tersebut dikarenakan :
4. Pembuluh darah kecilnya akan ikut rusak, menimbulkan pendarahan di otak dan sekitarnya, dan juga di mata si Kecil.
2. Si Kecil yang masih sangat muda belum bisa menahan kepalanya sendiri lantaran otot lehernya yang lemah. Akibatnya, jika badannya terguncang, kepalanya akan bergoyang ke depan dan belakang.
3. Sentakan-sentakan itu akan mengguncang otak dan merusaknya.
Resiko terbesar adalah pada si Kecil dibawah satu tahun, tapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di usia yang lebih besar. Yang harus diwaspadai adalah guncangan-guncangan ini dapat terjadi justru ketika kita asyik bermain dengan si Kecil. Karenanya ada beberapa permainan yang harus dihindari, antara lain :
Kerusakan serta pendarahan di dalam otak dan pada permukaan otak, dapat menimbulkan masalah serius yang berlangsung permanen, seperti :
1.Kerusakan otak
2.Cerebral palsy
3.Kebutaan
4.Epilepsi
5.Kesulitan berbicara
6.Kesulitan belajar
7.Kesulitan koordinasi
8.Serangan jantung
9.Keterbelakangan mental
1. Melempar si Kecil ke udara.
4. Memutar-mutar si Kecil.
2. Lari-lari sambil membawa si Kecil di punggung atau di kepala.
3. Kuda-kudaan (si Kecil naik ke punggung, naik ke kaki dan digoyang-goyang).